Konteks
Taman Safari Indonesia adalah institusi — destinasi rekreasi dan konservasi dengan brand yang dikenal beberapa generasi. Namun brand besar tidak otomatis berarti mesin komersial yang modern: potensi revenue B2B — korporat, MICE, partnership skala besar — jauh lebih besar daripada yang tergarap.
Challenge
Revenue bertumpu pada tiket masuk individu, yang sifatnya musiman dan sensitif terhadap daya beli. Sementara itu:
- Tidak ada struktur khusus yang menggarap corporate sales dan partnership secara disiplin.
- Program kolaborasi skala besar berjalan ad-hoc, bergantung pada inbound, bukan digarap lewat pipeline yang dikelola.
- Unit bisnis komersial membutuhkan restrukturisasi menyeluruh — organisasi, target, proses, dan cara mengukur kinerja.
Approach
- Mengambil tanggung jawab P&L penuh atas unit bisnis komersial — bukan sebagai penasihat di pinggir lapangan, tetapi operator di dalamnya.
- Merestrukturisasi organisasi sales: pemisahan peran hunting vs. farming, target per segmen, dan ritme review mingguan berbasis pipeline.
- Membangun kanal B2B dari nol — corporate sales, program partnership, dan kolaborasi skala besar dengan proses yang bisa direplikasi.
- Menegakkan disiplin angka: satu sumber kebenaran untuk target, forecast, dan realisasi — sehingga percakapan komersial berubah dari opini menjadi data.
Impact
- +33% pertumbuhan year-on-year pada unit bisnis yang direstrukturisasi.
- Rp10 miliar revenue B2B terbukukan dalam 9 bulan dari kanal yang sebelumnya nyaris tidak ada.
- Struktur, proses, dan ritme komersial yang tetap berjalan setelah engagement berakhir — ukuran keberhasilan turnaround yang sesungguhnya.