Konteks
MPM Rent adalah salah satu pemain besar fleet management dan car rental B2B di Indonesia, bagian dari ekosistem Saratoga Group. Armada besar, brand kuat — tetapi mesin pertumbuhan komersialnya bertumpu pada segmen dan relasi yang itu-itu saja.
Challenge
Dua masalah yang sering kami temui di perusahaan fleet, keduanya hadir di sini:
- Ekosistem grup yang tidak tergarap sistematis. Berada di dalam grup konglomerasi adalah keunggulan struktural — jika ada mekanisme komersial yang aktif memanennya. Selama mekanisme itu tidak ada, “sinergi grup” hanya jargon di deck tahunan.
- Segmen perusahaan asing (Jepang, China, Korea) belum tersentuh. Segmen ini punya karakteristik pengadaan yang sangat berbeda — siklus keputusan, standar layanan, dan relasi yang harus dibangun dengan cara berbeda. Tidak ada tim, tidak ada playbook, tidak ada pipeline.
Approach
- Memetakan ekosistem Saratoga Group sebagai pasar internal — daftar entitas, kebutuhan armada, siklus kontrak berjalan, lalu menetapkan target akun per kuartal.
- Membangun playbook masuk ke segmen perusahaan Jepang, China & Korea — dari cara prospecting, format proposal, standar SLA, sampai struktur relationship management yang sesuai ekspektasi masing-masing budaya bisnis.
- Menyusun struktur business development di dalam organisasi komersial — agar pertumbuhan segmen baru tidak bergantung pada satu orang, melainkan menjadi kapabilitas organisasi.
- Advisory deck rencana pertumbuhan 1.000 unit rental — feasibility komersial, operasional, dan finansial, termasuk kajian pergeseran ke armada EV, dilaporkan langsung ke CEO.
Impact
Dalam mandat yang masih berjalan:
- 137 unit penjualan baru dari ekosistem Saratoga Group.
- 27 customer baru dari segmen perusahaan Jepang, China & Korea — segmen yang sebelumnya nol.
- 118 unit tersewa di segmen baru tersebut.
- Rp42 miliar revenue dari pembukaan segmen pasar baru.
Angka-angka ini berasal dari mandat yang masih berjalan; cakupan dan periodisasi dijelaskan pada konteks metrik di atas.