Konteks
Pascabayar adalah medan pertempuran paling strategis di telco Indonesia: ARPU lebih tinggi, churn lebih rendah, dan menjadi penanda kualitas basis pelanggan. Indosat Ooredoo Hutchison memberi mandat penyusunan strategi sales & GTM pascabayar untuk tahun perencanaan 2026.
Challenge
- Pertumbuhan pascabayar berjalan di bawah potensi pasar, sementara kompetisi memperebutkan segmen bernilai tinggi yang sama.
- Strategi kanal — retail, direct, telesales, digital — membutuhkan rekalibrasi: kanal mana untuk segmen mana, dengan ekonomi akuisisi seperti apa.
- Rencana 2026 harus selaras dari level C-suite sampai eksekusi kanal — bukan deck strategi yang berhenti di ruang rapat.
Approach
- Diagnosis funnel pascabayar end-to-end — dari awareness sampai aktivasi dan retensi, mengidentifikasi titik kebocoran terbesar per kanal.
- Rekalibrasi strategi kanal & segmen — memetakan specialty market segments dan menetapkan kanal akuisisi dengan unit economics yang paling sehat untuk masing-masing.
- Kolaborasi langsung dengan VP dan C-level untuk mengunci strategi ke dalam rencana kerja dan target 2026 — memastikan strategi punya pemilik, anggaran, dan KPI.
Fondasi 10+ tahun karier di Indosat dan Hutchison Tri membuat diagnosis berjalan cepat: kami tahu di mana biasanya kebocoran terjadi, karena pernah mengelola kanal-kanal itu sendiri.
Impact
- +18% pertumbuhan produk pascabayar, terukur pada 6 bulan pasca-implementasi strategi.
- Strategi sales & GTM pascabayar 2026 yang diadopsi ke dalam perencanaan resmi.
- Keselarasan lintas fungsi — dari strategi di level C sampai target di level kanal.