Kebanyakan dokumen strategi gagal bukan karena analisisnya salah, tetapi karena disusun oleh orang yang tidak akan pernah mengeksekusinya. Kami menyusun strategi dengan disiplin yang sama seperti saat kami memegang P&L sendiri: setiap inisiatif harus punya pemilik, anggaran, kapasitas, dan angka yang bisa ditagih.
Rekam jejak kami di sisi eksekusi — membangun operasi lima market entry, menskalakan bisnis dari USD 55 ribu menjadi USD 10 juta per bulan, membuka 28 kota baru — adalah alasan strategi kami berbentuk playbook, bukan wacana. Di MPM Rent, strategi masuk ke segmen perusahaan Jepang, China & Korea menghasilkan 27 customer baru dan Rp42 miliar revenue dari segmen yang sebelumnya nol.